Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali jadi sorotan vulkanologi. Gunung Ili Lewotolok di Lembata erupsi pada 17 Agustus 2025 sore, sementara Lewotobi Laki-laki di Flores Timur menyusul 18 Agustus 2025. Keduanya tercatat aktif dalam aplikasi pemantauan MAGMA milik PVMBG. Untuk Ili Lewotolok, status aktivitas berada di Level III (Siaga). Untuk Lewotobi Laki-laki, status dinaikkan dan tetap di Level IV (Awas) dengan pembatasan jarak aman yang lebih ketat.
Detail Ili Lewotolok (17 Agustus 2025)
Pada 17/8, sekitar 17.46 WITA, Ili Lewotolok memuntahkan kolom abu berwarna kelabu dengan estimasi tinggi sekitar 300 meter di atas puncak. Sejam-sejam pengamatan menunjukkan puluhan kejadian gempa letusan/hembusan—indikasi suplai gas/abu yang masih aktif dari kawah. Status aktivitas dipertahankan di Level III (Siaga). Imbauan standar PVMBG untuk Ili Lewotolok meminta warga menghindari radius 2–3 km dari kawah (menyesuaikan rekomendasi terkini), terutama pada sektor-sektor rawan sebaran abu tergantung arah angin.
Secara visual, karakter letusan mingguan Ili Lewotolok didominasi kolom abu rendah–menengah (ratusan meter) dan hembusan gas, sesekali disertai lontaran material pijar jarak dekat. Dari sisi kegempaan, letusan singkat namun berulang kerap muncul sebagai respons injeksi fluida ke rekahan dangkal. Ini menjelaskan mengapa jumlah kejadian banyak, tetapi ketinggian kolom tidak selalu spektakuler.
Detail Lewotobi Laki-laki (18 Agustus 2025)
Sehari kemudian, 18/8, Lewotobi Laki-laki kembali erupsi dengan dinamika yang lebih agresif. Dalam beberapa episode, kolom abu terukur hingga 4.000 meter di atas puncak pada pagi hari, dan pada episode lain di hari yang sama dilaporkan mencapai ±8.000 meter. Aktivitas ini konsisten dengan status Level IV (Awas), menandakan fase erupsi yang mampu memproduksi kolom tinggi dan sebaran abu luas.
Imbauan PVMBG untuk Lewotobi Laki-laki: tidak beraktivitas dalam radius 6 km dari pusat erupsi, serta sektoral Barat–Utara–Timur Laut hingga 7 km—zona perluasan mengikuti jalur erupsi/awan panas/abu yang dominan. Bagi masyarakat setempat, aturan ini praktis berarti menghentikan aktivitas berkebun di sektor terlarang, menunda pendakian, dan menyesuaikan rute harian agar tidak melintasi koridor bahaya.
Mengapa Kedua Gunung Ini Aktif?
Ili Lewotolok dan Lewotobi Laki-laki berada pada busur vulkanik Flores–Lembata, segmen aktif dari subduksi Indo-Australia ke bawah Eurasia. Pasokan magma relatif muda dan kaya gas, sehingga mudah menghasilkan letusan strombolian-vulkanian—tipe letusan episodik, kolom abu ratusan meter hingga beberapa kilometer, dengan potensi lontaran material pijar pada radius dekat kawah. Catatan mingguan/bulanan menunjukkan kedua gunung ini sudah aktif sepanjang 2025, dengan Lonjakan aktivitas di Lewotobi beberapa kali memaksa otoritas mempertahankan Level Awas.
Potensi Dampak dan Sektor Terdampak
-
Abu Vulkanik & Kualitas Udara
Abu halus dapat mengganggu saluran pernapasan, mengurangi jarak pandang, dan mengotori sumber air terbuka. Desa-desa di arah angin berisiko terkena hujan abu tipis. Masker, kacamata pelindung, dan menutup bak air adalah langkah dasar yang efektif. -
Transportasi Darat & Laut
Jalan yang tertutup abu menjadi licin; pembersihan harus mengutamakan area sekolah, fasilitas kesehatan, dan jalan utama distribusi logistik. Dermaga lokal perlu mewaspadai visibilitas dan pengendapan abu pada peralatan. -
Penerbangan
Kolom 4–8 km menandakan potensi gangguan rute udara regional. Koordinasi VAAC dan otoritas bandara biasanya menilai arah sebaran abu untuk penyesuaian rute/keputusan operasional. Tidak semua erupsi memicu penutupan; keputusan bergantung konsentrasi abu sepanjang jalur terbang. -
Pertanian & Peternakan
Abu tipis kadang bersifat netral–menguntungkan dalam jangka panjang, tetapi dalam jangka pendek bisa merusak daun dan menurunkan produktivitas. Pencucian tanaman dan manajemen pakan perlu diperhatikan.
Panduan Praktis untuk Warga
-
Patuhi Radius Bahaya sesuai rekomendasi PVMBG setempat. Jangan kompromi dengan jarak.
-
Gunakan masker & kacamata saat beraktivitas di luar saat hujan abu.
-
Lindungi air bersih: tutup tandon/bak; saring sebelum konsumsi.
-
Berkendara pelan di jalan berdebu; jaga jarak pandang dan hindari pengereman mendadak.
-
Siapkan tas darurat: obat, lampu senter, masker, dokumen penting, air minum, dan rute evakuasi alternatif.
-
Ikuti informasi resmi dari BPBD, PVMBG (MAGMA), dan pemerintah daerah. Jangan menelan mentah-mentah info yang tidak jelas asalnya.
Apa Selanjutnya?
Untuk Ili Lewotolok, pola letusan pendek-berulang bisa berlanjut selama suplai gas/magma dangkal masih aktif. Yakinlah pada indikator kegempaan: bila jumlah letusan dan hembusan kembali meningkat tajam, potensi perubahan status/imbauan bisa terjadi sesuai evaluasi harian. Untuk Lewotobi Laki-laki, berada di Level Awas berarti kewaspadaan tinggi tetap dikedepankan. Kolom abu di kisaran 4–8 km dalam sehari yang sama mengisyaratkan sistem magmatik yang dinamis; episodenya bisa fluktuatif antar-jam, sehingga pembaruan resmi perlu rutin diikuti.